Google translate

Selasa, 15 Juni 2010

RENUNGAN BULAN RAJAB

R-enungan, dan ejawantahan
A-kan tambahan berkah bagi yang mengemukakan untuk
J-unjungan Nabi Muhammad SAW - shalawat dan salam
A-mbil kesempatan bila memungkinkan
B-ertebaran kasih sayang dilimpahkan

R-asullullah SAW merasakan pada malam Miraj
A-ir sungai yang lebih manis dari madu, lebih sejuk dan lebih wangi
J-awaban Jibril: airs sungai ini untuk orang yang membaca shalawat di bulan Rajab
A-langkah suka cita bagi yang mengharapkan dan melakukannya
B-erkah dan selamat semoga bertambah dicurahkan

R-ela lah berpuasa 3 hari berturut-turut pada tgl 1, 2, & 3 Rajab
A-llah akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa &
menyelamatkan dari bahaya dunia dan siksa akhirat
J-ika disempatkan satu hari saja dalam bulan ini dengan Ikhlas
A-llah menebarkan keridhaan yang besar
B-erbahagialah yang berpuasa 2 hari karena mendapatkan kemuliaan di sisi Allah

R-ajut dengan berpuasa 5 hari, permintaannya insya-Allah dikabulkanNya
A-salkan mau berpuasa 7 hari, maka ditutupkan tujuh pintu neraka jahanam
J-ika berpuasa 8 hari akan dibukakan pintu syurga untuknya
A-pabila berpuasa 15, Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lalu
B-erganti kejahatan tersebut dengan kebaikan untuk yang berpuasa 15 hari

R-ela dan ikhlas berpuasa pada tanggal 27 Rajab
A-dalah hari Isra Mi'raj
J-alinan pahala terlimpah seperti 5 tahun berpuasa
A-salkan dilaksanakan dengan ibadah, dengan niat karena Allah
B-ulan Rajab adalah bulan Allah

Selamat datang bulan RAJAB...
Yaa Allah aku mohon ampunanMu dan dapat melaksanakan ibadah demiMu

'Bulan Rajab, Bulan Allah'

Rajab, benar-benar bulan Allah. Di bulan ini, hatimu akan mengajakmu untuk menghamba dengan sepenuh jiwa kepada Allah. Maka turutilah suara hatimu. Alangkah bahagia mereka yang memanfaatkan kesempatan bulan Rajab untuk mengabdi dan berjalan menuju nur ilahi…


Keutamaan bulan Rajab telah disinggung oleh Nabi SAW dan para Imam Suci Ahlul Bait (a.s) dalam banyak hadis. Diriwayatkan bahwa setiap kali hilal pertanda datangnya bulan Rajab terlihat, Nabi SAW mengangkat tangan dan berdoa ke hadirat Allah. Setelah mengucapkan pujian kepada Sang Khaliq, beliau bertakbir dan bertahlil sebanyak 30 kali lalu bersabda, “Bulan Rajab, bulan istighfar bagi umatku. Mintalah ampunan ilahi sebanyak mungkin di bulan ini, sebab Allah Maha Pengampun dan Penyayang.”


Di bulan ini, setiap malam hingga terbitnya fajar, malaikat Ilahi ditugaskan untuk menyuarakan panggilan; “Alangkah bahagianya Rajabiyyun. Alangkah bahagianya yang menyadari keutamaan bulan ini. Alangkah bahagianya mereka yang meraup berkah bulan Rajab.”

Rajabiyyun adalah orang-orang yang menyibukkan diri dengan penghambaan kepada ilahi, meniti jalan malakuti, menelusuri lembah makrifat. Mereka selalu menantikan terbukanya kesempatan untuk berbakti dan taat, untuk berdoa dan munajat. Mereka adalah singa-singa di siang hari dan sufi yang zuhud di kegelapan malam. Mereka tenggelam dalam samudera cinta tauhid, meneguk cawan-cawan cinta ilahi yang memabukkan. Mereka mencari kedekatan kepada Allah, kemuliaan, ketinggian dan keutamaan ilahiah.


Setiap kali tiba waktu-waktu mulia seperti Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, mereka dahaga untuk meneguk air kecintaan rabbani. Dengan itu mereka meraih kembali kehidupan yang baru dengan kesegaran yang baru menyongsong datangnya jamuan ilahi di bulan suci Ramadhan dan malam yang penuh berkah Lailatul Qadr yang lebih utama dari seribu bulan.

Mereka yang telah melangkah ke dunia syuhud dan muraqabah pasti tahu akan keutamaan bulan ini. Mereka akan memanfaatkan secara maksimal kesempatan meraih derajat tinggi ruhani lewat bulan Rajab. Mereka menjaga diri jangan sampai melakukan pekerjaan yang membuat lupa akan akhirat dan lebih mementingkan dunia. Jika itu terjadi, maka kerugianlah yang akan terjadi.


Siapa saja yang ingin membersihkan hati dan ruhnya, maka ia harus mengerahkan segenap daya dan kekuatan untuk meraih ridha Allah, mempersembahkan amal perbuatan yang paling tulus dan ikhlas, serta menjaga diri jangan sampai terjerumus ke dalam jurang kesengsaraan dan dosa. Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan keutamaan bulan Rajab. Jika seorang hamba berhasil melakukan hal-hal itu meski sedikit saja, maka hal itu sudah cukup baginya. Sebab, Allah telah menyiapkan pahala yang sangat besar untuk hambaNya yang berbuat dengan ikhlas, jauh dari syirik, riya’ dan kemunafikan. Besarnya pahala itu tak terhitung.


Dari Imam Shadiq (as) diriwayatkan bahwa beliau berkata, “Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ‘Bulan Rajab adalah bulan Allah yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Jika seseorang berpuasa pada satu hari di bulan ini, maka dia telah melakukan pekerjaan yang disenangi Allah dan dengannya ia telah memadamkan api kemarahan Allah serta menutup salah satu pintu neraka untuk dirinya. Rajab adalah bulan istighfar bagi umatku. Karena itu, perbanyaklah meminta ampunan Allah pada bulan ini. Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Bulan Rajab juga dinamakan Asab, karena Allah mencurahkan rahmatNya untuk umatku di bulan ini. Karena itu perbanyaklah mengatakan, ‘Astaghfirullah wa as’aluhut taubah’. (Aku meminta ampunan dari Allah dan memohon taubah dariNya)

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar